URBANCITY.CO.ID – Gejolak ekonomi global yang memengaruhi aktivitas ekonomi domestik, berdampak pada kinerja industri semen. Berdasarkan laporan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen Indonesia hingga triwulan III-2024 menurun 2,5 persen secara tahunan (yoy).
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) misalnya, selama sembilan bulan pertama 2024 mencatat penjualan 9,8 juta ton semen dan produk semen, dengan pendapatan Rp8,74 triliun, beban pokok pendapatan Rp7 triliun, laba bruto Rp1,7 triliun, EBITDA Rp1,4 triliun, dan laba periode berjalan Rp422 miliar.
Manajemen SBI melalaui keterangan resmi akhir pekan ini menyatakan, di tengah tantangan industri itu, SBI berhasil mempertahankan profitabilitas dengan menurunkan beban hutang melalui percepatan pembayaran.
SBI adalah anak usaha BUMN PT Semen Indonesia Tbk (SIG) yang bergerak di bidang bisnis terintegrasi, mulai dari semen, beton siap pakai, agregat, sampai layanan pengelolaan limbah.
SIG mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan kapasitas produksi 14,8 juta ton semen per tahun.
Kendati situasi ekonomi belum terlalu kondusif, Direktur Utama SBI Asri Mukhtar menyatakan, SBI tetap optimis memandang kinerjanya ke depan.
Terutama karena adanya program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintahan saat ini, serta kelanjutan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia.
“SBI mendukung upaya pemerintah menyediakan infrastruktur dan perumahan bagi masyarakat, karena membuka peluang pertumbuhan bagi sektor bahan bangunan,” kata Asri.