URBANCITY.CO.ID – Faksi-faksi Palestina akhirnya mencapai kesepakatan penting terkait masa depan Jalur Gaza. Mereka sepakat menyerahkan pengelolaan wilayah itu kepada komisi sementara yang diisi para teknokrat lokal, seperti disampaikan kelompok Hamas pada Jumat (24/10) usai pertemuan antar-faksi di Kairo.
“Para peserta pertemuan setuju untuk menyerahkan pemerintahan Jalur Gaza kepada komisi sementara berisikan para teknokrat setempat untuk mengelola kehidupan sehari-hari di masa pascaperang melalui kerja sama dengan negara-negara Arab sahabat dan organisasi internasional,” ujar Hamas.
Selain itu, para faksi juga menyetujui pembentukan komite internasional yang bertugas mengawasi pendanaan dan pelaksanaan program rekonstruksi Gaza, yang hancur akibat agresi militer Israel.
Baca Juga: Trump Klaim Perang Gaza Selesai, Gaza Masih Hancur Porak-poranda
Pertemuan tersebut turut menyoroti pentingnya penerapan resolusi PBB tentang penempatan pasukan penjaga perdamaian di Jalur Gaza. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan gencatan senjata dengan Israel yang telah berlangsung sejak 10 Oktober lalu.
Berdasarkan kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat, Hamas telah membebaskan seluruh 20 sandera yang masih hidup, sementara Israel membebaskan 1.718 tahanan asal Gaza serta 250 tahanan Palestina yang menjalani vonis berat.
Hamas kini juga tengah menyerahkan jenazah para sandera yang meninggal dunia selama penahanan. Berdasarkan kesepakatan, Palestina berkewajiban mengembalikan seluruh 28 jenazah sandera yang tersisa kepada pihak Israel.




