URBANCITY.CO.ID – Kementerian Pertanian tengah menjadi sorotan publik setelah beredarnya informasi mengenai data bantuan beras untuk korban bencana di Sumatra yang viral di media sosial. Polemik muncul terkait klaim harga beras yang disebut mencapai Rp60 ribu per kilogram, meski faktanya hal tersebut merupakan kesalahpahaman.
Pemerintah bilang makasih banyak ke netizen yang ikut awasi dan kasih masukan biar lebih transparan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warganet yang ikut mengawasi, dan kami sampaikan saat ini bantuan beras pemerintah sudah mencapai 1.200 ton senilai Rp16 miliar,” ujar Arief, Senin (8/12).
Arief jelasin, foto data awal yang beredar itu nilainya Rp1,3 miliar, tapi nggak lengkap satuan volumenya. Angka 21.874 itu jumlah paket beras, masing-masing isi 5 kilogram, bukan harga per kilogram. Udah diperbaiki biar nggak bingung lagi.
Baca Juga : 4 Perusahaan di Sumatera Disegel Kemenhut, Misteri Kayu Gelondongan Terungkap
Dia pastikan juga, Kementan nggak pakai anggaran buat beli barang bantuan, tapi langsung terima dari mitra dan orang yang mau bantu. Trus disalurkan ke daerah yang kena dampak.
Arief bilang, besarnya bantuan ini jadi pengingat buat perkuat pengawasan internal. Makanya, Inspektorat Jenderal dimasukin ke setiap proses, biar semua bisa dipertanggungjawabkan dan gampang diaudit.
Kementan janji bakal jaga akurasi data, transparan, dan pastikan bantuan sampai ke masyarakat yang butuh di Sumatra.
“Kami terbuka terhadap kritik dan koreksi. Setiap sen uang donasi akan dipertanggungjawabkan dan diaudit. Yang terpenting kini adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di lapangan,” ujar Arief.




