Rial Iran Jatuh Drastis, Hanya Rp 0,01 Akibat Sanksi dan Inflasi

Ilustrasi rial Iran (Pexels)

URBANCITY.CO.ID – Nilai mata uang Iran, rial, telah mengalami penurunan drastis di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran yang berlangsung selama dua pekan. Kondisi ini mencerminkan tekanan ekonomi yang sangat berat di negara tersebut.

Pada Rabu tanggal 14 Januari 2026, nilai mata uang rial mencatat rekor terendah sepanjang sejarah. Pada pasar terbuka, nilainya mencapai 1.066.307 rial per dolar AS, berdasarkan perhitungan dari Xe.com pada pagi hari tanggal 15 Januari 2026. Ini menunjukkan betapa parahnya situasi ekonomi Iran saat ini.

Jika dikonversikan ke rupiah Indonesia, satu rial kini hanya setara dengan sekitar Rp 0,01. Dengan kata lain, 100.000 rial baru bernilai kurang lebih Rp 1.580, menurut data Xe.com pada pagi hari yang sama. Angka ini menggambarkan kelemahan mata uang Iran akibat depresiasi yang berlangsung selama beberapa tahun.

Salah satu faktor utama adalah inflasi tinggi. Berdasarkan data resmi dari Bank Sentral Iran, negara itu mengalami inflasi tahunan rata-rata sebesar 43 persen selama delapan tahun terakhir, Pada Rabu tanggal 13 Januari 2026. Inflasi ini telah membuat harga barang dan jasa naik lebih dari 17 kali lipat, serta mengikis daya beli hingga 94 persen dari penduduk.

Baca Juga :  Situasi Memanas: 544 Orang Tewas dalam Protes Iran, Pemerintah Serukan Perlawanan Nasional

Dampaknya terlihat jelas pada harga emas. Secara global, harga emas naik 230 persen dari 2018 hingga 2026. Namun di Iran, harga emas 18 karat melonjak dari 1.387.000 rial (sekitar Rp 556.773) menjadi 160.550.000 rial (sekitar Rp 64 juta), atau naik lebih dari 115 kali lipat.

Jika harga emas global stagnan, kenaikan ini hanya mengikuti nilai dolar AS, tetapi lonjakan tersebut memperburuk krisis finansial Iran.

Penyebab utama runtuhnya nilai rial adalah sanksi internasional. Sejak September 2025, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran setelah Dewan Keamanan PBB gagal mempertahankan keringanan sanksi terkait kesepakatan non-proliferasi nuklir.

Sanksi ini mencakup embargo senjata konvensional, pembatasan program rudal balistik, pembekuan aset tertentu, dan larangan perjalanan.

Selain itu, Uni Eropa juga menjatuhkan sanksi serupa, termasuk yang berkaitan dengan catatan hak asasi manusia Iran dan perannya dalam memasok drone ke Rusia untuk invasi Ukraina. Kombinasi sanksi, inflasi kronis, dan isolasi diplomatik telah memperburuk situasi.

Penurunan drastis nilai rial turut memicu demonstrasi besar-besaran. Laporan Kompas.com pada Minggu tanggal 4 Januari 2026 menyebutkan bahwa masyarakat Iran khawatir dengan melonjaknya biaya hidup.

Penurunan mata uang ini menyebabkan kerugian besar, dengan harga pangan naik rata-rata 72 persen dibanding tahun lalu.

Salah satu warga Iran, Majid Ebrahimi yang bekerja sebagai sopir taksi, mengatakan bahwa harga pangan melonjak, termasuk susu yang naik enam kali lipat dan barang lainnya hingga 10 kali lipat.

“Andai saja pemerintah, alih-alih hanya fokus pada bahan bakar, bisa menurunkan harga barang-barang lain,” ucapnya kepada Al Jazeera.

Situasi ini menunjukkan tantangan ekonomi yang mendalam bagi Iran, di mana nilai mata uang yang lemah memperburuk kehidupan sehari-hari rakyat.

Related Posts

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sabung ayam online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

118000516

118000517

118000518

118000519

118000520

118000521

118000522

118000523

118000524

118000525

118000526

118000527

118000528

118000529

118000530

118000531

118000532

118000533

118000534

118000535

118000536

118000537

118000538

118000539

118000540

118000541

118000542

118000543

118000544

118000545

118000546

118000547

118000548

118000549

118000550

118000551

118000552

118000553

118000554

118000555

118000556

118000557

118000558

118000559

118000560

118000561

118000562

118000563

118000564

118000565

118000566

118000567

118000568

118000569

118000570

128000581

128000582

128000583

128000584

128000585

128000586

128000587

128000588

128000589

128000590

128000591

128000592

128000593

128000594

128000595

128000596

128000597

128000598

128000599

128000600

128000601

128000602

128000603

128000604

128000605

128000606

128000607

128000608

128000609

128000610

128000611

128000612

128000613

128000614

128000615

128000616

128000617

128000618

128000619

128000620

128000621

128000622

128000623

128000624

128000625

128000626

128000627

128000628

128000629

128000630

128000631

128000632

128000633

128000634

128000635

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

208000251

208000252

208000253

208000254

208000256

208000257

208000258

208000259

208000260

208000261

208000262

208000263

208000264

208000265

208000266

208000267

208000268

208000269

208000270

208000271

208000272

208000273

208000274

208000275

208000276

208000277

208000278

208000279

208000280

208000281

208000282

208000283

208000284

208000285

208000286

208000287

208000288

208000289

208000290

208000291

208000292

208000293

208000294

208000295

208000296

208000297

208000298

208000299

208000300

208000301

208000302

208000303

208000304

208000305

208000306

208000307

208000308

208000309

208000310

news-1701