URBANCITY.CO.ID – Dalam era persaingan global yang semakin ketat, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tak henti-hentinya membangun fondasi kuat bagi industri nasional. Untuk itu, Indonesia bersinergi dengan Tiongkok guna mencetak SDM industri yang unggul.
Salah satu langkah strategisnya adalah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tak hanya kompeten, tapi juga adaptif terhadap gelombang teknologi masa depan. Ini sejalan dengan visi Asta Cita yang menuntut industri Indonesia mampu bersaing di panggung dunia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan SDM adalah kunci utama pertumbuhan industri berkelanjutan.
“Ketersediaan SDM industri yang kompeten menjadi salah satu penggerak utama dalam meningkatkan daya saing industri nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Februari 2026.
Sepanjang 2025, Kemenperin telah meluluskan 5.386 siswa dan mahasiswa dari 22 unit pendidikan vokasi. Mereka dibekali keterampilan sesuai kebutuhan manufaktur, siap kerja, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
Tingkat serapan lulusan ke dunia industri mencapai 68 persen saat kelulusan, dengan target 100 persen dalam enam bulan ke depan.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), sebagai ujung tombak, terus memperluas kolaborasi dengan mitra dalam dan luar negeri. Salah satu buahnya adalah Program Luban–Mozi College, kerja sama dengan Sailun Group dan Qingdao Technical College (QTC) asal Tiongkok.



