URBANCITY.CO.ID – Dalam langkah strategis memperluas jejak diplomasi pariwisata, Indonesia dan Aljazair mulai menjalin kolaborasi yang berpotensi membuka pintu pasar Afrika Utara.
Kunjungan delegasi Majelis Rakyat Nasional (APN) Aljazair ke Kementerian Pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, akhir Januari 2026, menjadi titik awal untuk mempererat hubungan persahabatan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor wisata yang saling menguntungkan.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyambut langsung Ketua APN Aljazair Mohamed Yazid Benhemmouda beserta jajaran delegasi dan perwakilan Kedutaan Besar Aljazair.
Pertemuan ini, yang berlangsung di tengah upaya pemulihan pariwisata pascapandemi, dianggap sebagai momentum untuk menggali potensi kolaborasi yang tidak hanya berdampak pada pelaku usaha lokal, tetapi juga pada UMKM, pemandu wisata, hingga investor asing.
Baca Juga: Kemenpar Luncurkan Program “BINA Lebaran 2025” untuk Daya Tarik Wisata Belanja
Data menunjukkan, arus wisatawan Aljazair ke Indonesia telah tumbuh sekitar 25 persen sejak pandemi COVID-19 berakhir, seiring dengan peningkatan volume perdagangan bilateral.
Ini mencerminkan peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di Afrika Utara, khususnya dalam pengembangan wisatawan muslim.
“Hal ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat pasar Afrika Utara dan pengembangan wisatawan muslim, sekaligus mendorong transfer pengetahuan melalui keberadaan enam politeknik pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata,” ujar Ni Luh Puspa.



