URBANCITY.CO.ID – Dalam era ketidakpastian ekonomi dunia, banyak orang mencari instrumen investasi yang stabil. Salah satunya adalah emas digital, yang memungkinkan investor membeli emas tanpa harus datang ke kantor cabang.
Cukup melalui aplikasi, emas digital bisa menjadi pilihan untuk investasi jangka panjang. Namun, muncul kekhawatiran tentang keamanannya, terutama setelah berita gagal bayar perusahaan emas digital di China. Banyak nasabah kesulitan menarik dana mereka. Seberapa besar risiko emas digital? Dan apakah benar-benar aman sebagai safe haven?
Untuk menjawab itu, mari pahami dulu apa itu emas digital. Kekhawatiran masyarakat tentang keamanan emas memang masuk akal. Sebelum berinvestasi, penting memahami pengertiannya. Emas digital merupakan investasi emas yang diperdagangkan dan disimpan secara elektronik atau tanpa bentuk fisik lewat platform digital berizin resmi, sebagaimana dikutip dari laman Sahabat Pegadaian pada 17 Agustus 2025.
Dengan kata lain, investor bisa memiliki emas tanpa logam fisik, dan setiap gramnya tercatat serta bisa dicairkan kapan saja. Transaksi biasanya dalam bentuk nominal gram atau saldo di marketplace, aplikasi investasi, atau fintech.
Baca Juga :Â Dubai Rencanakan Jalan Emas untuk Atraksi Mewah
Bagi pemula, emas digital sebenarnya aman, asalkan memenuhi syarat tertentu. Investasi ini tergolong aman jika investor memilih penyedia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lisensi dari lembaga penyedia juga krusial untuk menjamin keamanan dan tanggung jawab. Agar lebih yakin, periksa langkah-langkah ini:




