URBANCITY.CO.ID – Pertamina satukan bisnis hilir, perkuat ketahanan energi nasional. Di tengah gelombang dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia, PT Pertamina (Persero) melanjutkan agenda transformasinya.
BUMN energi ini kini mempertegas perannya sebagai penjaga ketahanan nasional dengan mengintegrasikan bisnis hilir dalam satu entitas terpadu.
Langkah ini bukan sekadar reorganisasi, melainkan strategi untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, dari persaingan pasar hingga tuntutan transisi energi.
Pertamina resmi menyatukan tiga subholding hilir: PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan segmen bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS). Mereka bergabung menjadi subholding downstream, dengan PPN sebagai entitas penerima penggabungan.
Baca Juga: Kilang Pertamina Internasional Targetkan Dekarbonisasi 430 Ribu Ton CO2
Proses merger ini didasarkan pada kajian mendalam, termasuk benchmarking terhadap raksasa minyak dan gas dunia, untuk membentuk ekosistem bisnis yang saling terhubung dan berkelanjutan.
Dari kilang pengolahan bahan bakar hingga distribusi ke seluruh pelosok Indonesia, lalu pemasaran produk energi yang ramah lingkungan—integrasi ini menjanjikan rantai pasok yang lebih efisien.
Pertamina menekankan empat pilar: ketersediaan energi yang andal (Availability), akses hingga ke daerah terpencil (Accessibility), produk yang sesuai kebutuhan dan ramah lingkungan (Acceptability), serta harga kompetitif (Affordability).




