URBANCITY.CO.ID – Kemen Ekraf dorong Asosiasi Voiceover kuatkan ekosistem sulih suara. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar bertemu dengan Voice Institute Indonesia (VII) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis 5 Februari 2026.
Pertemuan itu membahas kolaborasi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem voiceover nasional melalui pengembangan talenta dan sertifikasi profesi.
Irene Umar menekankan pentingnya pembentukan asosiasi voiceover agar talenta sulih suara bisa bersaing di pasar dan mendapat apresiasi lebih.
“Pembentukan asosiasi voiceover akan berhadapan langsung dengan market sehingga bisa membantu untuk shape the market yang menjadikan talenta sulih suara lebih dianggap, karena apresiasi terhadap voiceover masih jarang,” ujarnya.
Baca Juga: OJK dan Kementerian Ekraf/Badan Ekraf Luncurkan Infinity Hackathon OJK-Ekraf 2025
Dia juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan VII bertujuan mendorong voice actor dari pemula hingga ahli mendapat wadah berbagi pengetahuan dan pelatihan.
Irene menyoroti tantangan industri, seperti persaingan dengan kecerdasan buatan (AI) dan kebutuhan otentisitas personal setiap voiceover.
Kemen Ekraf mengapresiasi VII yang telah membangun komunitas di berbagai daerah, menjangkau lebih dari 45.847 orang di Aceh, Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jogjakarta, Bali, dan Makassar.
Kementerian Ekraf melihat perlu adanya ekosistem yang tertata mulai dari standar kompetensi talenta, hingga akses ke pasar agar para pejuang voiceover bisa naik kelas dan berdaya saing.




