URBANCITY.CO.ID – Sabtu pagi yang lembap di Pantai Mertasari, Sanur, tak menyurutkan langkah sekitar 200 relawan untuk memunguti sisa-sisa peradaban yang tertinggal di pasir: plastik, stereofon, dan puntung rokok.
Aksi bertajuk “BERANI Bersih Pantai Mertasari” ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan sebuah ikhtiar kolektif PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. bersama warga Desa Sanur Kauh untuk menjaga napas pariwisata Bali.
Bertepatan dengan momentum menyongsong Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), BNI menggandeng berbagai elemen, mulai dari pelajar hingga pentolan komunitas lingkungan seperti Komang Sudiarta, pendiri Komunitas Malu Dong.
Langkah ini menjadi krusial mengingat Bali tengah berpacu dengan waktu dalam menangani krisis sampah yang kerap menghantui garis pantainya.
Baca Juga: BNI Catat Pertumbuhan Positif di 2025, Laba Bersih Rp20 Triliun
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa menjaga ekosistem pesisir adalah investasi mutlak bagi ketahanan ekonomi lokal. Menurutnya, sinergi adalah kunci utama dalam memutus rantai persoalan sampah yang kompleks di Pulau Dewata.
Kegiatan ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Tantangan pengelolaan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Bantuan Mesin dan Ekonomi Sirkular Tak hanya mengandalkan tenaga otot para relawan, BNI juga menyentuh aspek hilir pengelolaan sampah.




