URBANCITY.CO.ID – Setelah bertahun-tahun jemaah haji Indonesia mengonsumsi beras dari pelbagai negara tetangga, kini giliran lumbung pangan nasional unjuk gigi. Pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan resmi menyetujui usulan Perum Bulog untuk mengekspor Beras Haji pada musim 2026.
Keputusan ini diketok di bawah kepemimpinan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebagai respons atas revisi aturan keamanan pangan terbaru. Langkah ini bukan sekadar urusan perut, melainkan bagian dari perbaikan layanan bagi jemaah di Arab Saudi.
Kehadiran jajaran Direksi Bulog, mulai dari Direktur Utama Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani hingga Direktur Pemasaran Febby Novita, dalam rapat tersebut menegaskan keseriusan teknis: dari urusan sertifikasi halal, kemasan, hingga logistik pengiriman ke Jeddah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut kesepakatan ini sebagai bukti keberhasilan Indonesia menjaga stok pangan di dalam negeri.
Baca Juga: Maros Mengejar Lumbung: Ambisi Bulog Menuju Swasembada 2026
“Seiring dengan adanya program pemerintah dalam meningkatkan pelayanan jemaah haji, hari ini kita menyepakati berasnya dari kita. Jadi jemaah haji 2026 bisa mengonsumsi beras Indonesia,” ujar Zulkifli.
Beras Premium dan Gengsi Bangsa
Bulog tak main-main soal kualitas. Beras yang bakal diterbangkan ke jazirah Arab itu memiliki spesifikasi premium dengan standar mutu yang ketat. Target awal pengiriman sebesar 2.280 ton dijadwalkan meluncur pada pekan ketiga Februari 2026.




