URBANCITY.CO.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, tengah menggodok proyek rumah susun bagi prajurit Kopassus di Solo. Upaya menambal defisit hunian bagi korps baret merah.
Kabar segar berembus dari meja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Politikus yang akrab disapa Ara ini tengah menyiapkan skema pembangunan rumah susun (rusun) bagi prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Solo, Jawa Tengah.
Proyek ini disebut-sebut sebagai jawaban atas krisis hunian dinas yang menghantui para prajurit elite di sana.
“Kita hari ini membicarakan persiapan untuk pembangunan rusun bagi prajurit TNI AD, khususnya Kopassus di Solo, untuk tahun ini. Ini sesuai dengan aspirasi dari beliau dan juga sudah saya diskusikan dengan Panglima TNI,” ujar Menteri Ara.
Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ara berencana mengawinkan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk menyokong pembiayaan.
Baca Juga: PKP-Kemenkes Sinergi BSPS untuk 1.000 Rumah Pasien TBC
Tujuannya satu: memastikan hunian bagi prajurit tidak melulu mengandalkan kucuran APBN murni, melainkan dengan semangat gotong royong.
Data di lapangan menunjukkan celah yang cukup lebar. Menurut Panglima Komando Pasukan Khusus, Letjen TNI Djon Afriandi, saat ini masih ada kekurangan sekitar 67 unit rumah bagi prajurit di wilayah Solo. Sebagai solusi, pemerintah akan membangun satu menara delapan lantai guna menghemat lahan sekaligus memaksimalkan kapasitas.




