URBANCITY.CO.ID – Invasi Baterai dari Shenzhen: Dominasi BYD di Tengah Ledakan Pasar Mobil Listrik
Pasar EV nasional melonjak tiga kali lipat pada awal 2026. BYD mencengkeram 60 persen pangsa pasar.
Pasar otomotif nasional seolah mendapat suntikan tenaga baru pada awal 2026. Data Januari menunjukkan penjualan kendaraan roda empat menyentuh angka 64 ribu unit, naik tipis 3 persen secara tahunan.
Namun, kejutan sesungguhnya datang dari ceruk kendaraan listrik (EV) yang tumbuh beringas. Penjualan mobil setrum melonjak tiga kali lipat lebih—dari 2.500 unit menjadi 8.000 unit—menandakan fase percepatan adopsi EV yang tak lagi bisa dibendung.
Di tengah gelombang ini, raksasa otomotif asal Cina, BYD, tampil sebagai pemangsa utama. Dengan catatan penjualan 5.200 unit pada Januari, mereka sukses mengamankan lebih dari 60 persen pangsa pasar EV di Indonesia.
Baca Juga: BYD ATTO 3 Advanced Plus: Sengatan SUV Murah dari Negeri Tirai Bambu
Strategi “gerilya” mereka di segmen SUV menjadi kunci, mengingat karakter kendaraan ini masih menjadi primadona bagi keluarga Indonesia yang mendambakan kabin luas dan fleksibilitas.
“Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di awal tahun menunjukkan adopsi EV semakin menguat. Momentum ini mendorong kami untuk menghadirkan solusi mobilitas yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Kamis, 12 Februari 2026.
Dalam perhelatan IIMS 2026, BYD kembali memamerkan taringnya dengan meluncurkan dua amunisi SUV anyar: ATTO 3 Advanced Plus dan Sealion 7 Extended. Sealion 7 Extended, yang dibanderol Rp 859 juta, dipersenjatai baterai monster 91,39 kWh yang sanggup menempuh jarak 650 kilometer sekali pengisian daya.




