URBANCITY.CO.ID – Menteri Maruarar Sirait menggandeng broker properti untuk menggenjot program rumah subsidi. Strategi lintas sektor demi memacu pertumbuhan ekonomi.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait punya ambisi besar: menjadikan perumahan sebagai mesin utama untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional ke angka 8 persen.
Di hadapan para pelaku bisnis properti dalam National Business Conference ERA Indonesia 2026, Rabu, 11 Februari lalu, menteri yang akrab disapa Ara ini melempar umpan kolaborasi.
Ia ingin para perantara properti alias broker tak sekadar jadi penonton, tapi aktif menjajakan rumah subsidi bagi rakyat.
Bagi Ara, membangun rumah untuk rakyat bukan sekadar urusan memahat bata dan semen. Ia membayangkan sebuah ekosistem yang cair dan solid.
Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi BRI: Penyaluran Rumah Subsidi Naik 100 Persen, Target 60 Ribu Unit 2026
“Saya sebagai menteri tidak ragu-ragu membangun ekosistem, ada broker, ada developer, ada kontraktor, ada asuransi, ada perbankan, supaya semuanya bisa bersinergi,” ujar Ara.
Ia sadar betul bahwa birokrasi sering kali dituding sebagai penghambat karena lambat dan berbelit. Maka, Ara menantang jajarannya sendiri untuk adu cepat dengan sektor swasta.
“Saya mau buktikan pemerintah tidak kalah bekerja dengan cepat, bersih, dan efektif dibanding swasta,” tegasnya.
Untuk mewujudkan itu, Ara menjadwalkan pertemuan khusus dengan para petinggi industri properti pada 18 hingga 20 Februari mendatang. Ia meminta diskusi yang ringkas dan padat hasil.




