URBANCITY.CO.ID – Di balik pagar tinggi Integrated Terminal Jakarta (ITJ) Plumpang, sebuah ritual ketat berlangsung setiap hari sebelum ribuan kiloliter bahan bakar mengalir ke tangki-tangki kendaraan warga Jakarta.
Pekan lalu, Jumat, 13 Februari, PT Pertamina (Persero) membuka pintu gerbangnya, mengundang para pemimpin redaksi media nasional untuk membedah langsung isi “dapur” distribusi energi paling vital di Indonesia tersebut.
Langkah ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya Pertamina memamerkan kendali mutu di tengah sorotan publik terhadap kualitas bahan bakar. Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menegaskan bahwa agenda ini adalah wujud keterbukaan perusahaan.
“Kami mengajak Pemimpin Redaksi untuk melihat langsung bagaimana Pertamina memastikan produk BBM yang diterima masyarakat, yang ada di SPBU, telah melalui proses tahapan pemeriksaan yang sangat ketat dan diawasi langsung oleh seluruh lapisan tim di ITJ,” jelas Arya.
Baca Juga: Strategi Jalur Ganda Pertamina: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ambisi Transisi Hijau 2045
Benteng Ketahanan Energi
Plumpang bukan sembarang depo. Integrated Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, I Nyoman Adi Pradana, memaparkan bahwa fasilitas ini mengelola tiga terminal dengan kapasitas jumbo mencapai 300 ribu kiloliter.
Angka ini setara dengan 20 persen distribusi BBM nasional yang mengaliri lebih dari 120 lembaga penyalur.
“Peran Integrated Terminal Jakarta Plumpang sangat penting bagi ketahanan energi masyarakat. Dari terminal ini, distribusi BBM disalurkan ke berbagai lembaga penyalur untuk memenuhi kebutuhan Jakarta dan wilayah sekitarnya,” ujar Nyoman.




