URBANCITY.CO.ID – Jakarta Pertamina Enduro memang tengah berpesta. Tim asuhan Eko Waluyo ini resmi menjadi tim putri pertama yang mengunci tiket final four Proliga 2026 setelah bertakhta di puncak klasemen dengan 24 poin.
Namun, di balik kegemilangan tim, sang bintang lokal Megawati Hangestri Pertiwi justru terlempar dari persaingan lima besar pencetak poin terbanyak (top scorer).
Pemain berjuluk “Megatron” tersebut kini tertahan di peringkat kedelapan dengan koleksi 173 poin. Merosotnya peringkat Megawati tak lepas dari performa fluktuatif selama seri Bojonegoro, termasuk saat ia mencatatkan poin terendah sepanjang musim—hanya 6 poin—kala Enduro ditekuk Jakarta Livin Mandiri.
Dominasi Kolektif di GOR Utama Bojonegoro
Meski raihan individu Megawati melandai, Pertamina Enduro membuktikan bahwa mereka bukan tim yang bergantung pada satu orang. Dalam laga krusial melawan Jakarta Popsivo Polwan di GOR Utama Bojonegoro, Enduro menang meyakinkan 3-1. Kemenangan ini memastikan posisi mereka tak tergoyahkan di empat besar.
Melalui akun Instagram resminya, @jpevolley, tim menekankan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari solidaritas. “Semua terbayar lunas dengan satu tiket menuju Final Four. Ini tentang kebersamaan, kepercayaan satu sama lain dan energi luar biasa dari JPE Friends,” tulis manajemen tim.
Peran pemain asing seperti Iana Shcherban menjadi pembeda. Shcherban menyabet gelar Player of the Match saat melawan Popsivo dengan sumbangan 21 poin. Bersama Wilma Salas yang mengoleksi 191 poin, Shcherban (188 poin) kini justru lebih tajam dibanding Megawati dan bertengger di jajaran lima besar top scorer.




