URBANCITY.CO.ID – Libur panjang Imlek 2026 menjadi pemicu melesatnya angka penyeberangan di jalur emas Sumatera–Jawa–Bali. Di tengah antusiasme warga yang mudik dan berwisata, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kini harus berhitung dengan amuk Monsun Asia yang mengancam keselamatan pelayaran.
Gurita pergerakan masyarakat pada libur panjang Imlek 2026 mulai terasa di pelabuhan-pelabuhan utama nusantara. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan adanya kenaikan trafik yang cukup tajam, terutama pada lintasan yang menghubungkan Jawa dengan Sumatera dan Bali.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, melihat tren ini sebagai indikator pulihnya mobilitas warga. Namun, angka-angka yang menghijau di papan statistik itu juga membawa beban tanggung jawab operasional yang besar.
“Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik, tetapi gambaran nyata meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat. Karena itu, ASDP memastikan kesiapan operasional berjalan optimal agar potensi kepadatan di pelabuhan dapat minimalkan,” ujar Heru.
Baca Juga: Kado Lebaran di Dek Kapal, ASDP Hadirkan Pengalaman Mudik Ramah Anak
Data kumulatif per Sabtu, 14 Februari 2026, merekam lonjakan signifikan di Pelabuhan Merak. Arus menuju Sumatera naik 36,2 persen dengan total 39.593 penumpang.
Sebaliknya, pergerakan dari Bakauheni menuju Jawa masih landai, menunjukkan pola arus satu arah yang dominan menuju barat pada awal libur ini. Sementara itu, di timur, jalur Ketapang–Gilimanuk juga mencatat pertumbuhan penumpang di angka 6 hingga 18 persen.




