Sengkarut Margin Bank Syariah: KNEKS Respons Kritik Menkeu Purbaya Soal Biaya Pembiayaan Mahal

Direktur KNEKS Sutan Emir Hidayat beri tanggapan soal kritik biaya pembiayaan bank syariah mahal. (Foto: Urbancity/Pool/Dok. KNEKS)

URBANCIY.CO.ID – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bereaksi atas kritik tajam Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai praktik perbankan syariah di Indonesia yang dinilai masih berbiaya tinggi. Lembaga ini mengakui bahwa efisiensi dan daya saing harga masih menjadi “pekerjaan rumah” besar bagi industri.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, mengungkapkan bahwa industri tengah berupaya mengikis persepsi negatif tersebut melalui transformasi digital dan inovasi produk.

“Persepsi bank syariah lebih mahal sedang terus dibenahi. Industri sekarang fokus ke efisiensi, digitalisasi dan inovasi produk supaya lebih kompetitif. Dengan skala yang makin besar dan model bisnis yang makin matang, pricing ke depan akan makin bersaing,” ujar Emir kepada Urbancity, Kamis, 19 Februari 2026.

Persoalan Skala Ekonomi

KNEKS menilai struktur industri yang belum sebesar perbankan konvensional menjadi ganjalan utama dalam menekan biaya dana (cost of fund). Skala aset yang terbatas menyebabkan ruang efisiensi menjadi tidak optimal.

Baca Juga: KNEKS dan BRIN Resmi Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Strategis di Bidang Riset Ekonomi Syariah

Akibatnya, pelaku UMKM di lapangan kerap mengeluhkan margin pembiayaan syariah yang lebih tinggi dibandingkan bunga kredit konvensional.

Padahal, secara regulasi, pemerintah telah menyusun landasan kuat dalam RPJPN, RPJMN, hingga Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah (MEKSI) 2025–2029. Di tingkat daerah, 31 Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) pun telah terbentuk.

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.