URBANCITY.CO.ID – Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, InJourney, memanen lonjakan wisatawan selama momentum libur panjang (long weekend) Tahun Baru Imlek 2026.
Integrasi layanan di seluruh ekosistem perusahaan, mulai dari bandara, perhotelan, hingga destinasi sejarah, menjadi kunci optimalisasi pergerakan pelancong di awal tahun ini.
Di sektor aviasi, InJourney Airports mencatat pertumbuhan signifikan. Pada periode 14–16 Februari 2026, pergerakan penumpang pesawat di 37 bandara mencapai 1,85 juta orang.
Angka ini naik sekitar 10 persen dibandingkan rata-rata trafik normal Februari yang berada di level 1,67 juta penumpang. Sejalan dengan itu, pergerakan pesawat terkerek 7 persen dengan total 13.000 penerbangan.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa kenaikan trafik ini dikelola melalui kolaborasi erat antar-pemangku kepentingan.
Baca Juga:Â Menyambut Kuda Api: InJourney Gelar Imlek Tematik di Berbagai Penjuru Nusantara
“Kami berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman dan berkesan bagi setiap wisatawan termasuk saat momentum libur nasional seperti perayaan tahun baru imlek,” ujar Maya dalam keterangan tertulisnya.
Akulturasi Budaya di Destinasi Wisata
Kemeriahan Tahun Kuda Api tidak hanya terasa di bandara, tetapi juga merambah ke situs warisan dunia. Di Candi Borobudur dan Prambanan, InJourney menghadirkan pertunjukan barongsai dan liong sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi Tionghoa yang hidup berdampingan dengan sejarah Nusantara.
Selama periode 14–17 Februari 2026, Candi Prambanan menarik 26.904 pengunjung, disusul Candi Borobudur dengan 15.644 pengunjung, dan kawasan Ratu Boko sebanyak 1.919 pengunjung. Pertunjukan ini melibatkan kelompok lokal seperti Paguyuban Barongsai Naga Winongo dan Panbers Jogja.




