URBANCITY.CO.ID – Gelapnya pesisir Cilamaya kini tak lagi menjadi penghalang bagi para nelayan kecil untuk mencari nafkah di tengah malam.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mendistribusikan paket penerangan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) portabel untuk kapal-kapal nelayan setempat.
Teknologi ini menjadi solusi atas risiko navigasi dan terbatasnya durasi melaut akibat minimnya cahaya. Dengan panel surya yang menangkap energi pada siang hari, nelayan kini memiliki sumber listrik mandiri yang stabil untuk menerangi aktivitas mereka hingga fajar menyingsing.
Efisiensi Biaya dan Peningkatan Produktivitas
Bagi nelayan seperti Budiman, yang telah melaut selama 26 tahun, kehadiran PLTS mengubah pola kerjanya secara drastis. Jika sebelumnya ia harus bergulat dengan senter kepala yang sering rusak terkena air, kini ia bisa fokus sepenuhnya pada jaring.
Baca Juga: Pertamina NRE dan Medco: Satu Meja Dua Raksasa di Jalur Bioenergi
“Sekarang penerangannya sangat terang dan konsisten dari malam sampai pagi. Dulu karena pegal dan khawatir lampu mati, saya hanya bisa menabur jaring beberapa kali. Dengan PLTS, saya bisa sampai lima atau enam kali semalam. Penghasilan pun terasa bertambah,” tuturnya.
Senada dengan Budiman, Kiki Mulyana, nelayan lain di Cilamaya, menyoroti aspek efisiensi biaya. Penggunaan energi surya memangkas ketergantungan nelayan pada pemakaian aki konvensional yang boros dan rentan korsleting. Selain untuk navigasi di jalur sungai yang sempit, lampu ini juga digunakan untuk memperbaiki jaring di darat.




