URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menerima kunjungan akademik internasional dari delegasi Leiden University, Belanda, dan Universitas Mulawarman (Unmul) di Lapangan South Processing Unit (SPU) serta Desa Sepatin, Kalimantan Timur, Minggu, 8 Februari 2026.
Kunjungan ini bertujuan membedah integrasi operasi hulu migas dengan pelestarian lingkungan di wilayah kerja Mahakam.
Delegasi yang dipimpin Profesor Steffen Nijhuis dari Leiden University bersama Profesor Irawan Wijaya dari Unmul ini merupakan bagian dari program LDE–UNMUL Thesis Lab bertajuk “Sustainable Urbanism in East Kalimantan”.
Konsorsium yang melibatkan universitas Leiden, Delft, dan Erasmus (LDE) tersebut fokus pada riset internasional terkait pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Dalam sesi diskusi, para mahasiswa pascasarjana memperoleh paparan mendalam mengenai profil PHM, strategi pengelolaan lingkungan, hingga penerapan prinsip keselamatan kerja yang ketat di industri hulu migas.
Baca Juga:
Meninjau Hutan Pertamina dan Mangrove
Tak sekadar berdiskusi, rombongan juga meninjau langsung area pemrosesan di SPU serta mengunjungi Program Pemberdayaan Lingkungan Hutan Pertamina (Tunu Inland) dan kawasan konservasi mangrove di Desa Sepatin.
Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai implementasi pelestarian lingkungan yang dilakukan perusahaan di sekitar wilayah operasinya.
“Kami sangat menghargai kesempatan ini untuk terlibat secara langsung dan saling bertukar pengetahuan, gagasan, serta perspektif satu sama lain,” ungkap Steffen Nijhuis. Menurutnya, dialog terbuka antara universitas dan industri sangat krusial untuk mendorong keberlanjutan yang berdampak nyata.



