URBANCITY.CO.ID – Perum BULOG tancap gas mengamankan pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah ini diambil melalui koordinasi intensif dengan Perumda Pasar Jaya dan Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta guna membendung potensi inflasi dan lonjakan harga kebutuhan pokok.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Gedung BULOG Pusat, Sabtu, 21 Februari 2026, diputuskan bahwa distribusi komoditas strategis akan diperpendek jalurnya.
Hal ini merespons arahan Presiden agar seluruh instansi, mulai dari BUMN, pemerintah daerah, hingga TNI/Polri, terlibat aktif mengantisipasi gejolak pasar.
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam posisi aman.
Baca Juga: Dirut Bulog Sidak Pasar, Jamin Stok Beras dan Minyakita Aman Jelang Ramadan 2026
Pihaknya mengaku siap melakukan intervensi pasar secara kilat jika ditemukan pergerakan harga yang tidak wajar di lapangan.
“BULOG memastikan ketersediaan stok pangan strategis dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri. Kami juga siap bergerak cepat melakukan operasi pasar bersama pemerintah daerah apabila terdeteksi adanya kenaikan harga yang tidak wajar,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Strategi 146 Kios di Jantung Pasar
Salah satu poin krusial dalam mitigasi kali ini adalah dibentuknya kios-kios permanen BULOG di pusat distribusi retail. BULOG dan Pasar Jaya sepakat menempatkan kios di 146 titik pasar di Jakarta sebagai perpanjangan tangan gudang pemerintah.




