URBANCITY.CO.ID – Performa kerja seorang karyawan rupanya tidak hanya melulu soal adu ketangkasan teknis, melainkan sangat berkelindan dengan stabilitas fungsi otak dan kesehatan mental.
Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam gelaran Health Talk bertajuk “Healing, Growing, Performing: Grow Up Without Leaving Yourself Behind” yang dihelat di Town Hall PDC Tower, Kamis, 26 Maret 2026.
Dalam diskusi tersebut, praktisi kesehatan mental dari Kelas Kehidupan, Dedi Setiawan, membedah bagaimana trauma dan stres kronis di lingkungan kerja dapat merusak sistem internal tubuh.
Menurut Dedi, tekanan yang tidak terkelola dapat mengganggu fungsi corpus callosum dan memicu lonjakan hormon kortisol secara terus-menerus. Dampaknya tak main-main: mulai dari penurunan fokus hingga gangguan fisik psikosomatik yang menghambat produktivitas.
Baca Juga: Jaga Pasokan Energi Lebaran 2026, 986 Personel Logistik PDC Siaga di Titik Bor
Mengenal Inner Child dan Pola DISC
Tak hanya soal medis, para peserta juga diajak menyelami psikologi mendalam melalui pengenalan empat jenis luka masa kecil (inner child wounds).
Pemahaman ini dinilai krusial agar karyawan mampu mengenali akar reaksi emosional mereka saat menghadapi tekanan atasan maupun rekan kerja.
Guna membangun kerja sama tim yang lebih sehat, pendekatan Dominance, Influence, Steadiness, Compliance (DISC) turut diperkenalkan.
Metode ini membantu “Perwira” PDC—sebutan bagi karyawan perusahaan—untuk memetakan perilaku diri dan rekan sejawat, sehingga tercipta iklim kerja yang berkelanjutan tanpa mengabaikan keseimbangan personal.




