URBANCITY.CO.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026, sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya tsunami.
Meski demikian, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan urat nadi transportasi laut di kawasan tersebut tetap beroperasi aman dan terkendali.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada jarak 129 kilometer arah Tenggara Bitung dengan kedalaman 33 kilometer.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan pihaknya langsung melakukan mitigasi cepat untuk memastikan keselamatan aset dan pengguna jasa di wilayah terdampak.
Baca Juga: Arus Balik 2026: 543 Ribu Pemudik Sumatera Kembali ke Jawa, ASDP Klaim Situasi Terkendali
“Kami memastikan seluruh lini operasional bergerak cepat dan terkoordinasi. Kesiapan armada, personel, serta penguatan pemantauan informasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan menjadi kunci agar layanan tetap berjalan aman dan terkendali,” ujar Heru Widodo dalam keterangan resminya.
Fasilitas Pelabuhan Aman dari Kerusakan
Hasil inspeksi mendadak di wilayah ASDP Cabang Bitung menunjukkan fasilitas vital pelabuhan, mulai dari dermaga, area parkir, hingga ruang tunggu, tidak mengalami kerusakan.
Aktivitas bongkar muat dan operasional kapal tetap berlangsung normal lantaran kondisi perairan dilaporkan relatif landai pasca-getaran utama.
Sebanyak enam kapal yang melayani 11 lintasan di wilayah tersebut dilaporkan dalam kondisi laik laut.




