URBANCITY.CO.ID – Tren investasi emas melalui perbankan syariah mencatatkan lonjakan signifikan pada awal tahun ini.
Sejumlah pemain besar di industri perbankan syariah melaporkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan emas yang naik hingga ratusan persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
PT Bank BCA Syariah, misalnya, membukukan pembiayaan emas sebesar Rp 791 miliar pada Februari 2026, atau melesat 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tak mau kalah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan kenaikan jumlah nasabah pembiayaan emas hingga 400 persen (yoy). Akselerasi serupa juga dirasakan oleh PT Bank Muamalat Tbk.
Baca Juga: Bank Muamalat Cetak Pertumbuhan Laba 47,5 Persen, Pembiayaan Emas Melonjak 33 Kali Lipat
Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat, Hayunaji, mengungkapkan bahwa pertumbuhan masif terjadi di seluruh lini, mulai dari outstanding pembiayaan, penyaluran booking, hingga basis nasabah. Meski tak merinci angka pastinya, ia yakin tren positif ini akan bertahan lama.
“Penetrasi pembiayaan emas di Indonesia masih relatif kecil, sehingga ruang pertumbuhannya masih sangat besar. Kami optimistis pembiayaan emas akan tetap tumbuh agresif sepanjang 2026,” kata Hayunaji saat dihubungi, Sabtu, 4 April 2026.
Efek Fatwa DSN-MUI dan Kepastian Hukum
Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menilai ada pergeseran fundamental yang memicu ledakan permintaan ini. Salah satu faktor utama adalah aspek legalitas syariah yang semakin terang benderang.




