URBANCITY.CO.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan kualitas hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di perumahan subsidi Kokoh City, Bangkalan, Jawa Timur, Minggu, 3 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Ara ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menghapus hambatan biaya bagi rakyat kecil.
Maruarar didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat menyisir kawasan hunian yang dihuni oleh warga dengan beragam profesi, mulai dari pedagang sayur hingga tukang tambal ban.
“Untuk urusan rumah subsidi BPTHB dan PBG gratis karena ini adalah kebijakan nasional yang sangat pro rakyat yang digagas Presiden Prabowo,” ujar Maruarar Sirait di sela peninjauan.
Baca Juga:Â Terobosan 141 Ribu Rusun Subsidi di Meikarta, Menteri Ara Targetkan Groundbreaking 8 Maret
Perang Melawan Rentenir via KUR Perumahan
Selain pembebasan biaya administrasi, Menteri PKP menginstruksikan jajarannya untuk segera mengintegrasikan seluruh segmentasi perumahan subsidi ke dalam skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan program PNM.
Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi agar masyarakat tidak terjebak pinjaman ilegal atau rentenir dalam mencicil hunian.
“Negara tidak boleh kalah dengan rentenir, harus lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah sesuai arahan Presiden Prabowo yang sangat pro rakyat,” tegasnya.
Infrastruktur dan Sinergi APBD
Dalam penilaiannya, Maruarar mengapresiasi kualitas infrastruktur di Kokoh City yang dinilai layak dari sisi ketersediaan air dan akses jalan.




