URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi menggeber skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Jawa Timur sebagai instrumen ganda: penyediaan hunian layak sekaligus penggerak ekonomi vertikal.
Hingga awal Mei 2026, realisasi KUR Perumahan di wilayah ini telah menyentuh angka signifikan sebesar Rp2,47 triliun.
Dalam kegiatan kolaborasi di Surabaya, Minggu, 3 Mei 2026, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa sektor perumahan adalah lokomotif ekonomi nasional yang melibatkan rantai pasok luas, mulai dari industri semen hingga UMKM furnitur.
“Perumahan bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang besar. Dari sektor konstruksi, bahan bangunan, hingga UMKM, semua bergerak,” ujar menteri yang akrab disapa Ara tersebut.
Baca Juga: Menteri Maruarar Siapkan 40.000 Rumah Subsidi di Jateng, Puji Penyerapan KUR Perumahan
BTN Pecah Rekor, Diguyur Tambahan Kuota Rp500 Miliar
Maruarar memberikan apresiasi khusus kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) yang mencatatkan serapan pembiayaan sebesar Rp305,26 miliar untuk 245 nasabah di Jawa Timur.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menjanjikan tambahan amunisi kuota bagi bank spesialis perumahan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BTN yang sudah mendukung program KPP (KUR Perumahan) ini. Kita akan siapkan kuota tambahan untuk BTN di Jawa Timur Rp 500 Miliar agar penyaluran KUR Perumahan ini bisa semakin luas,” tegas Maruarar.
Langkah ini diapresiasi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada kepemilikan hunian bagi rakyat kecil.




