URBANCITY.CO.ID – PT PLN (Persero) resmi meluncurkan program Smart & Green Building sebagai langkah nyata menuju operasional perkantoran rendah emisi. Melalui pemanfaatan teknologi digital dan energi terbarukan,
PLN menargetkan modernisasi pengelolaan energi di 400 gedung miliknya di seluruh Indonesia hingga tahun 2035.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa transformasi ini mengubah paradigma gedung kantor dari sekadar konsumen energi menjadi ekosistem yang mampu memproduksi dan mengelola energi sendiri secara pintar.
Digitalisasi Energi dan PLTS Atap
Gedung Trapesium di Kantor Pusat PLN menjadi proyek percontohan dengan pemasangan PLTS Atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak (kWp). Sistem ini terintegrasi dengan Energy Management System untuk memantau penggunaan listrik secara real-time.
Baca Juga: Delapan Insan PLN Raih Tanda Kehormatan Presiden Prabowo atas Dedikasi Energi Nasional
“Dulu, paradigma PLN adalah menjual listrik dan mengoptimalkan biaya. Sekarang PLN bertransformasi menjadi Energy Digital Platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan value creation,” ujar Darmawan Prasodjo.
Efisiensi sebagai Etalase Perusahaan
Komisaris Independen PLN, Andi Arief, menekankan bahwa PLN harus menjadi teladan dalam praktik efisiensi energi sebelum mengajak pelanggan melakukan hal serupa. Menurutnya, prinsip keberlanjutan (sustainability) adalah investasi jangka panjang yang krusial.
“Kita ini perusahaan penjual energi. Tidak elok rasanya kalau bicara transisi energi kepada pelanggan, tetapi kantor kita sendiri masih boros. PLN harus menjadi etalase efisiensi energi itu sendiri,” tegas Andi Arief.




