URBANCITY.CO.ID – Energi bersih kini menjadi fondasi utama gaya hidup urban yang berkelanjutan.
Masyarakat modern tak lagi hanya mencari kenyamanan, tetapi juga menuntut jaminan pasokan energi yang andal.
Menjawab tantangan ini, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melangkah agresif menggarap potensi Coalbed Methane (CBM) di Tanjung Enim.
Langkah ini bukan sekadar proyek teknis, melainkan pergeseran paradigma menuju kemandirian energi yang menopang pertumbuhan ekonomi kawasan perkotaan.
PGN secara konsisten melakukan akselerasi pada sumber-sumber non-konvensional untuk memperkuat ketahanan energi domestik.
Inovasi pemanfaatan CBM—gas berbasis batubara—menjadi senjata andalan untuk menambah cadangan energi nasional.
Baca juga:Â Standar Keselamatan Migas PGN: Menjaga Keandalan Energi Nasional dengan Budaya Kerja HSSE Unggul
Bagi investor dan pelaku industri, langkah ini memberikan sinyal positif akan stabilitas suplai gas bumi yang lebih terprediksi di masa depan.
Potensi CBM di Tanjung Enim mencapai 9,7 TCF (Original Gas in Place) dengan estimasi nilai ekonomi hingga US$15,4 miliar.
Angka fantastis ini membuka ruang monetisasi yang luas bagi sumber daya domestik.
Mengundang Perhatian Pemerintah
PGN telah menyiapkan skema komersial yang matang dengan proyeksi pertumbuhan penyaluran bertahap, mulai dari 1 MMSCFD hingga mencapai 25 MMSCFD.
Tujuannya jelas, untuk memenuhi kebutuhan energi industri dan pembangkit listrik urban.
Komitmen ini mendapat perhatian serius dari pemerintah. PGN menerima kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman di Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa, pada Jumat, 3 Juli 2026.




