URBANCITY.CO.ID – Sektor agribisnis kini menawarkan daya tarik investasi riil yang menjanjikan bagi masyarakat urban melalui penguatan rantai pasok komoditas hijau berkelanjutan.
Menjawab potensi tersebut, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) memperkuat kapasitas petani swadaya di sekitar wilayah operasional PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ) lewat program Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) di bawah payung inisiatif “TAP Untuk Negeri”.
Kolaborasi strategis ini menghubungkan langsung para pekebun rakyat dengan praktisi perkebunan berpengalaman lebih dari dua dekade demi mendongkrak margin keuntungan kebun.
Peluang Investasi Hijau Melalui Peningkatan Kualitas Kebun
Baca Juga: PalmCo Pimpin Pendampingan PSR Nasional, Dongkrak Produktivitas Kebun Sawit Rakyat
Praktik agronomi presisi memegang peran kunci dalam menentukan valuasi komoditas dan stabilitas pasokan bahan baku industri nabati nasional.
Pelatihan intensif ini membekali peserta kurikulum komprehensif, mulai dari pemilihan bibit unggul, aplikasi pemupukan berimbang, manajemen hama terpadu, hingga efisiensi waktu panen.
Langkah modernisasi kebun rakyat ini memperkuat sinergi industri dengan target swasembada pangan dan energi nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kolaborasi korporasi dengan pekebun daerah. “Kita ingin produktivitas sawit rakyat naik dan kualitasnya setara dengan standar industri. Hal itu hanya bisa dicapai jika ada pendampingan, transfer pengetahuan, dan kolaborasi yang kuat,” tegas Amran.
Baca Juga: Miniatur Indonesia di Kebun Sawit: PTPN IV PalmCo Kelola 55 Suku Bangsa demi Ketahanan Energi
Inklusivitas Gender Buka Ruang Pemberdayaan Finansial Keluarga
Transformasi pengelolaan kebun kini mendorong partisipasi aktif perempuan pedesaan dalam mengelola portofolio aset keluarga secara modern.
Angkatan ke-109 mencatat keterlibatan perempuan mencapai 40 persen dari total 42 petani swadaya peserta pelatihan.
Sebanyak 42 pekebun tersebut menguasai keterampilan teknis tingkat lanjut, seperti teknik penyemprotan terarah (spot spraying) serta penataan pelepah pohon sawit secara terukur demi menekan biaya operasional harian.
Baca Juga: PTPN IV Kebun Air Molek 2 Siap Replanting 862 Hektare Sawit demi Capai Target 7 Ton CPO
Inisiatif ini membuktikan bahwa pengelolaan aset perkebunan dapat berlangsung secara inklusif dan ramah keluarga.
Efisiensi biaya perawatan kebun langsung meningkatkan sisa hasil usaha keluarga pekebun, menciptakan daya tahan finansial yang lebih kokoh di tingkat akar rumput.
Modernisasi Agronomi Dongkrak Imbal Hasil Petani Berau
Pemerintah daerah mengapresiasi transfer teknologi ini sebagai solusi konkret pengentasan disparitas produktivitas lahan rakyat di Berau.
Baca Juga: Toleransi di Perkebunan PTPN: Kisah Akiong dan Tony Lie Merajut Harmoni di Tengah Pohon Sawit
Jarmansyah, perwakilan Pemerintah Desa Biatan Ulu, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menyambut positif program ini karena dianggap mampu memperbaiki praktik agronomi masyarakat.
“Pelatihan PERKASA ini, sangat baik untuk masyarakat kami. Karena banyak petani kami yang, istilahnya bertani tapi mungkin sampai saat ini hasilnya belum bisa memuaskan. Harapan kami, ke depannya dari pelatihan PERKASA ini bisa menambah wawasan dan menambah hasil dari kebun masyarakat kami,” ujar Jarmansyah.
Penerapan standar operasional industri pada kebun rakyat menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku ramah lingkungan bagi pasar modal dan konsumen perkotaan.
TAP konsisten mendorong petani swadaya mengadopsi tata kelola agribisnis yang bertanggung jawab dan efisien, menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan pekebun sekaligus menjaga nilai aset perkebunan dalam jangka panjang.




