URBANCITY.CO.ID – Gaya hidup urban modern kini menempatkan olahraga bukan sekadar sarana menjaga kebugaran fisik, melainkan simbol prestise dan hiburan kelas dunia.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menangkap peluang ini dengan mendukung penyelenggaraan OGFC Unite 2027 inisiasi Offside Corp di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada April 2027.
Agenda internasional ini menawarkan imbal hasil ekonomi masif bagi industri pariwisata sekaligus mempertegas posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism global.
Penyelenggara mengawali gelaran akbar tersebut melalui rangkaian Road to OGFC Unite 2027 pada 23–25 Oktober 2026.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026: Magnet Sport Tourism dan Peluang Investasi Rp5 Triliun
Publik urban menikmati serangkaian agenda eksklusif bersama dua ikon Manchester United, Patrice Evra dan Park Ji-sung, mulai dari santap malam privat, Offside Fest di Senayan Park, hingga klinik pelatihan di Bintaro Arena.
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata Hafiz Agung Rifai menegaskan daya pikat para bintang dunia ini saat membuka acara di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
“Target kami adalah mempromosikan pariwisata Indonesia melalui sport tourism. Kami berharap ajang ini tidak hanya memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi penyelenggara event, tetapi juga mengenalkan lebih jauh keindahan destinasi-destinasi di Indonesia,” kata Hafiz.
Aktivitas promosi berskala global ini mengonfirmasi kesiapan fasilitas kota metropolitan dalam menyerap arus modal asing dan pelancong premium.
Baca Juga: Tiket Golo Mori Sunset Run 2026 Resmi Dijual, ITDC Bidik Pecinta Sport Tourism
“Banyaknya event olahraga internasional ini menegaskan kesiapan Indonesia dari segi infrastruktur maupun fasilitas untuk menggelar agenda-agenda kelas dunia. Kami berharap sport tourism Indonesia terus meningkat dan kian dikenal secara global,” tambahnya.
Peluang Investasi dan Ekosistem Bisnis Olahraga Berkelanjutan
Pemerintah memproyeksikan kolaborasi lintas sektor antara Kemenpar dan Kemenpora guna membangun ekosistem bisnis olahraga terpadu yang memicu efek berganda bagi perekonomian lokal.
Plt. Deputi Bidang Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani menyoroti sinergi rantai pasok industri kreatif dan cinderamata yang melibatkan pelaku usaha lokal.
Baca Juga: Kemenpar Dorong Sport Tourism Lansia Lewat Senior Happy Run 5K 2026 di Jakarta
“Jadi kita harapkan tidak hanya event satu event tapi juga ekosistem di sport tourism-nya berkembang juga di Indonesia,” ujar Rizki.
Strategi monetisasi pariwisata berlanjut melalui kemitraan strategis bersama ASITA untuk merancang paket perjalanan eksklusif bernilai tambah tinggi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Wisatawan yang datang tidak hanya menonton pertandingan, tetapi melanjutkan perjalanan sehingga lama tinggal mereka di Indonesia lebih panjang. Kami mendorong agar paket juga mencakup destinasi lain, seperti Borobudur, Jawa Barat, Kepulauan Seribu,” katanya.
Konektivitas Komunitas dan Momentum Emas Sejarah Jakarta
Baca Juga: Peluang Emas Sports Tourism: Magnet Baru Investasi dan Gaya Hidup Urban
CEO Offside Corp Gilbert Garlycia menargetkan dampak ekonomi riil yang melampaui euforia 90 menit pertandingan sepak bola di lapangan hijau.
“Melalui Road to OGFC, kami ingin membangun antusiasme secara bertahap sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan dampak positif bagi Jakarta dan Indonesia. Kami yakini akan memberikan dampak signifikan bagi sport tourism nasional, terlebih momentum ini bertepatan dengan persiapan menyambut 500 Tahun Kota Jakarta,” ujar Gilbert.
Antusiasme pasar urban semakin memuncak menyusul penuntasan dahaga panjang para pendukung fanatik sepak bola internasional di tanah air.
“Menurut saya ini kesempatan yang sangat langka. Manchester United sempat dijadwalkan berkunjung pada 2009 lalu, tetapi batal terlaksana. Akhirnya, setelah penantian panjang, kita memiliki kesempatan spesial untuk menampilkan kembali tim Manchester United era kejayaan dalam laga melawan tim lokal Indonesia. Ini adalah momen luar biasa yang saya yakini akan memberikan dorongan besar bagi sport tourism di Indonesia,” kata Gilbert.
Baca Juga: BTN Dukung Sport Tourism Jakarta Lewat BTN Jakarta Run 2023
Daya Tarik Budaya dan Peluang Talenta Sepak Bola Nasional
Daya tarik metropolitan dan kekayaan kultural Indonesia meninggalkan impresi kuat bagi pesepak bola legendaris dunia.
Patrice Evra menikmati dinamika kota serta ragam kuliner khas nusantara di sela-sela pertemuannya dengan para pendukung setia.
“Saya juga tertarik dengan kuliner Indonesia. Saya berharap dapat memiliki lebih banyak waktu untuk menjelajahi berbagai daerah dan mengenal keunikan Indonesia secara lebih mendalam,” ujar Evra.
Baca Juga: Alas Kedaton Fun Run 2024, Menparekraf: Pikat Wisatawan dengan Sports Tourism
Dari sudut pandang pengembangan talenta, Park Ji-sung menilai etos kerja masyarakat urban menjadi modal krusial bagi generasi muda Indonesia untuk menembus pasar sepak bola profesional global.
“Pemain harus bekerja keras setiap hari dan percaya pada diri sendiri. Jika terus berusaha, selangkah demi selangkah, suatu hari nanti mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk bermain di level yang lebih tinggi,” ujar Park Ji-sung.
Kedisiplinan, komitmen tinggi, serta ekosistem industri yang mapan menjadi fondasi utama bagi kemajuan olahraga nasional menuju pentas dunia.




