Baca Juga: Indonesia Menang di WTO Atas Uni Eropa Terkait Diskriminasi Kelapa Sawit, Ini Kata Menko Airlangga
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk memberikan bantalan (cushion) jika terjadi gejolak ekonomi yang lebih ekstrem.
Berdasarkan kalkulasi Kementerian Keuangan hingga akhir tahun 2026, defisit anggaran dipastikan tetap berada dalam batas aman sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
“Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan dan dengan itu pun kami masih mempunyai ruangan untuk memberi cushion atau bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia. Hitungan kita sekarang sampai rata-rata akhir tahun pun anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya tetap terkendali,” jelas Purbaya.
Purbaya juga meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk tidak terpancing isu-isu negatif mengenai kondisi kas negara. Ia memastikan pengelolaan fiskal dilakukan secara hati-hati, disiplin, dan terukur demi melindungi kepentingan rakyat banyak.
Baca Juga: Menko Airlangga Pede Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen
“Jadi teman-teman media dan masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya morat-marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah hitung sampai dengan akhir tahun,” pungkas Menkeu.
Langkah sinkronisasi antara kebijakan moneter dan fiskal ini diharapkan menjadi jangkar stabilitas yang mampu membawa Indonesia tetap bergerak maju di tengah badai ketidakpastian ekonomi dunia. (*)






