“AirNav Indonesia mendukung tradisi masyarakat yang telah lama tumbuh sebagai bagian dari kearifan lokal. Karena itu, kami mendorong balon udara tidak lagi dilepas bebas ke udara, tetapi ditambatkan,” jelas Avirianto.
Menurutnya, kepatuhan masyarakat akan tumbuh lebih kuat jika diberikan ruang untuk berkreasi secara aman daripada sekadar larangan.
Baca Juga: AirNav Indonesia Fasilitasi 4.000 Tiket Mudik Kereta Api Gratis Lebaran 2026
Pemberdayaan Kampung Kasanah
Selain fokus pada keamanan ruang udara, AirNav juga memperkuat ikatan dengan masyarakat Wonosobo melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Kampung Kasanah.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas warga di sektor pertanian, peternakan, hingga ekonomi kreatif agar lebih mandiri dan produktif.
Melalui sinergi ini, AirNav berharap masyarakat tidak hanya menjadi penjaga keselamatan penerbangan di wilayahnya, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
“Kami percaya, pemberdayaan yang tepat akan melahirkan masyarakat yang semakin kuat, produktif, dan berdaya,” pungkasnya. (*)






