Azizatun menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar urusan angka produksi, melainkan simbol kolaborasi antara korporasi dan masyarakat.
Sebagian hasil panen dibagikan kepada warga sekitar, sementara sisanya dikomersialkan sebagai modal bergulir untuk pengadaan bibit tahap berikutnya.
Baca Juga: AirNav Tingkatkan Layanan Bandara Lede Kalumbang Jadi Tower
“Kehadiran kita pada hari ini memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai sebuah kegiatan panen semata, tetapi juga sebagai simbol dari kerja keras, pembelajaran, dan kolaborasi yang telah dibangun bersama antara AirNav Indonesia dengan para petani binaan serta masyarakat sekitar,” lanjutnya.
Mandiri di Bulan Ramadan
Momen panen perdana yang bertepatan dengan bulan Ramadan ini diharapkan menjadi pemantik semangat kemandirian pangan bagi masyarakat Boyolali. AirNav memilih komoditas melon karena nilai ekonominya yang tinggi dan pasarnya yang terbuka lebar.
Melalui pendampingan teknis yang berkelanjutan, AirNav optimistis desa binaan mereka dapat bertransformasi menjadi pusat produksi buah berkualitas.
Pertanian modern ini diharapkan tidak hanya membuka peluang kerja baru, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi desa secara inklusif.
“Kami berharap apa yang kita tanam bersama melalui program ini tidak hanya menghasilkan panen dalam bentuk buah melon. Tetapi juga menumbuhkan harapan baru, semangat kemandirian, serta keberlanjutan ekonomi bagi masyarakat desa,” pungkas Azizatun. (*)






