URBANCITY.CO.ID – Memasuki awal 2026, atmosfer bioskop di Indonesia kembali terasa hidup. Setelah sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan jadwal yang padat dan jumlah layar yang terbatas sejumlah film di awal tahun ini justru memberi sinyal bahwa kebiasaan menonton di layar lebar masih kuat.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Hingga September 2025, data berbasis pelacakan Cinepoint yang dikutip menunjukkan jumlah penonton film Indonesia pada periode yang sama masih tertinggal dibanding tahun sebelumnya, sehingga wacana “penonton turun” sempat ramai diperbincangkan. Situasinya juga diperparah oleh isu keterbatasan layar yang membuat film-film berebut jam tayang dan “ditentukan” oleh performa hari pertama.
Namun, penutupan tahun memberi gambaran yang lebih optimistis. Berdasarkan data yang dihimpun hingga 31 Desember 2025, jumlah penonton film Indonesia disebut mencapai 80,27 juta, naik tipis dari capaian 2024 sebesar 80,21 juta sebuah sinyal bahwa penonton lokal belum benar-benar meninggalkan bioskop.
Di tengah konteks itu, Kamis (15/1/2026) menjadi start yang ramai untuk film horor-drama Alas Roban. Sejak jadwal tayang perdana dibuka di berbagai jaringan bioskop, obrolan warganet ikut memanas bukan cuma karena judulnya yang lekat dengan “jalur tengkorak”, tapi juga karena rasa penasaran penonton terhadap mitos Pantura yang selama ini jadi cerita turun-temurun.
Di hari pertama penayangan, euforia tersebut ikut tercermin dari pembaruan sementara: di hari pertama penayangan, jumlah penonton diklaim sudah menembus 176.000+ orang. Angka ini beredar sebagai update antusiasme hari perdana dan ramai dibagikan ulang di media sosial.




