Sebagai catatan, pada 2025 lalu, program BSPS di “Kota Angin” ini hanya menjangkau 23 desa di 11 kecamatan. Dengan penambahan kuota yang masif di tahun 2026, pemerintah berharap kesenjangan kebutuhan rumah layak huni dapat segera teratasi.
Secara makro, Provinsi Jawa Barat memang mendapatkan atensi khusus tahun ini dengan total alokasi mencapai 13.595 unit rumah. Jumlah tersebut disebar ke berbagai zona, dengan rincian:
- Wilayah Perdesaan: 8.901 unit
- Wilayah Perkotaan: 3.041 unit
- Wilayah Pesisir: 1.653 unit
Mendorong Kemandirian Masyarakat
Baca Juga: Kementerian PKP Ubah Kawasan Kumuh Desa Parit Baru: Proyek Rp 7,33 Miliar Rampung Maret Ini
Filosofi BSPS yang mengedepankan sifat “swadaya” mengharuskan adanya gotong royong di tingkat akar rumput. Dana stimulan yang diberikan pemerintah diproyeksikan menjadi pemantik bagi masyarakat untuk memperbaiki rumahnya secara mandiri dan kolektif.
Langkah ini dipandang strategis tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga sebagai bagian dari instrumen pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Barat. Dengan kualitas tempat tinggal yang lebih baik, kesehatan dan produktivitas masyarakat diharapkan ikut terkerek naik.
Pemerintah optimistis, melalui sinergi antara pusat dan daerah, ribuan warga di Majalengka kini dapat menatap masa depan di bawah atap hunian yang lebih layak, kuat, dan memenuhi standar kesehatan nasional. (*)





