Reformasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa sektor pariwisata menyumbang Rp945,7 triliun terhadap PDB pada 2025. Namun, ia menegaskan pentingnya reformasi cepat untuk membangun fondasi destinasi yang lebih tangguh.
“Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk mitigasi kerugian akibat krisis global dan membangun fondasi pariwisata dengan destinasi yang kompetitif, tangguh dan berdaya saing di kancah internasional,” ujar Airlangga.
Airlangga juga menyoroti peluang micro tourism dan penempatan Indonesia sebagai destinasi high-end dengan harga terjangkau bagi para digital nomad.
Di tengah tantangan ini, angin segar datang dari pasar Asia Timur. Maskapai seperti China Airlines dan China Southern dilaporkan akan menambah frekuensi penerbangan ke Jakarta dan Bali mulai Mei 2026.
Baca Juga: Kemenpar Mitigasi Dampak Perang Timur Tengah: Fokus Bidik Wisman Asia dan Pasifik
Menpar Widiyanti pun terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengeksplorasi kebijakan bebas visa kunjungan serta penambahan kapasitas kursi pesawat.
“Langkah-langkah tersebut penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tengah situasi global yang membutuhkan strategi yang responsif dan adaptif,” pungkas Widiyanti. (*)






