Kios ini bertugas menyuplai langsung Beras SPHP dan Minyakita kepada para pengecer. Strategi ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang panjang, yang seringkali menjadi celah spekulan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca Juga: Kemenhaj Wajibkan Beras BULOG untuk Haji 2026: Jamin Konsumsi 215 Ribu Jemaah Indonesia
“Kami juga sudah sepakat dengan Pasar Jaya nantinya di seluruh Pasar Jaya di Jakarta sebanyak 146 Pasar akan ada Kios BULOG sebagai perpanjangtanganan Gudang BULOG yang akan mensuplai komoditi Beras SPHP dan Minyakita kepada pengecer-pengecer di Pasar,” tambah Ahmad Rizal.
Monitoring Intensif dan Bazar Pangan Murah
Senada dengan BULOG, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto, menjamin stok di tingkat perkulakan tidak bermasalah. Untuk memperluas jangkauan, pihaknya juga rutin menggelar bazar murah hingga ke level kelurahan dan kecamatan.
“Kami melaksanakan kegiatan bazar pangan murah secara harian dengan komoditas utama sembako. Selain itu, menjelang HBKN Idul Fitri 2026 kami juga menggelar bazar cabai rawit merah dan cabai merah keriting di gerai-gerai Pasar Jaya, termasuk di wilayah Kepulauan Seribu, untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” jelas Agus.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menegaskan pengawasan harga kini dilakukan melalui sistem harian SP2KP dan IPJ. Fokus utama pengawasan berada pada kepatuhan HET Minyakita dan ketersediaan LPG 3 kg di pasar rakyat maupun ritel modern.






