Area ini berfungsi ganda sebagai lokasi verifikasi tiket dan penyaringan jadwal kedatangan pemudik sebelum menyentuh bibir dermaga.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026: ASDP Catat Penumpang Kapal Feri Tembus 2,5 Juta Orang
“Pengguna jasa yang belum memiliki tiket atau datang di luar jadwal akan diberikan stiker merah, sementara yang telah memiliki tiket dan datang sesuai jadwal akan diberikan stiker hijau,” tutur Partogi.
Langkah ini diambil agar distribusi kendaraan di dermaga tetap dinamis dan mencegah penumpukan di kantong parkir pelabuhan.
Tiket Ferizy: Wajib Mandiri dan Daring
Manajemen ASDP menegaskan kembali bahwa tidak ada lagi loket penjualan tiket fisik di dalam area pelabuhan. Pemudik diwajibkan melakukan pemesanan tiket secara mandiri melalui platform Ferizy maksimal H-1 keberangkatan.
“Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi,” tegas Heru menambahkan.
Baca Juga: Gilimanuk Kembali Berdenyut, ASDP Percepat Bongkar Muat Kapal Jadi 20 Menit
Secara kumulatif dari H-10 hingga H+1, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa telah mencapai 572.270 orang.
Sementara itu, arus dari arah sebaliknya (Jawa ke Sumatera) tercatat jauh lebih tinggi dengan total 995.119 penumpang. Dengan sinergi lintas instansi, ASDP berkomitmen menjaga layanan tetap andal demi menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik di tengah kepadatan arus balik 2026. (*)






