URBANCITY.CO.ID – Puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai menunjukkan eskalasi signifikan.
Hingga Minggu, 29 Maret 2026 (H+7) pukul 12.00 WIB, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat sebanyak 97.683 kendaraan atau sekitar 59 persen dari total pemudik telah menyeberang kembali menuju Pulau Dewata.
Data produksi mencatat pergerakan penumpang mencapai 314.491 orang. Meski terjadi antrean dinamis di area pelabuhan, otoritas memastikan operasional tetap mengalir di bawah kendali petugas lapangan.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa kesiapan armada dan infrastruktur telah dimaksimalkan untuk menghadapi lonjakan ini.
Baca Juga: Pemerintah Kebut Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Pelabuhan Ketapang
“Di tengah lonjakan pergerakan masyarakat, kami memastikan pelayanan tetap optimal. Armada siaga penuh, pengaturan arus kendaraan dimaksimalkan, serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar pengguna jasa tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.
Strategi Tiba-Bongkar-Berangkat
Untuk mengurai kepadatan, ASDP mengoperasikan 32 unit kapal, di mana 18 armada di antaranya menerapkan pola percepatan Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB).
Strategi ini fokus pada prioritas kendaraan pemudik seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus agar perjalanan keluarga tidak tertahan lama.
Sementara itu, kendaraan logistik dialihkan sementara ke kantong parkir atau buffer zone di titik-titik strategis seperti Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan area PT Pusri.




