Baca Juga: H-1 Arus Mudik di Tol Cipali Cirebon Melandai, Kendaraan Menuju Jakarta Masih Lengang
Dari sisi armada, ASDP menyiagakan hingga 33 kapal per hari di lintasan utama Merak–Bakauheni. Selain itu, delaying system di sejumlah buffer zone mulai diaktifkan untuk mengatur ritme kedatangan kendaraan di area pelabuhan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengaturan ini krusial untuk memberikan ruang gerak bagi masyarakat.
Senada dengan itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale menekankan fokus perusahaan pada aspek kenyamanan, mulai dari penambahan toilet hingga ruang laktasi.
“Kami terus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa, mulai dari penambahan toilet, penerangan area pelabuhan, layanan customer service 24 jam, hingga fasilitas ramah bagi kelompok rentan seperti jalur difabel, ruang laktasi, serta fasilitas kesehatan,” jelas Windy.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2025 di Bakauheni Tak Sesuai Prediksi
Imbauan Tiket Ferizy
Meskipun arus kendaraan naik, ASDP mencatat akumulasi penumpang sejak H-10 hingga H-7 mencapai 199.011 orang, atau turun tipis 1,9 persen secara tahunan.
Namun, karena volume kendaraan pribadi terus merangkak naik sebesar 5,7 persen, manajemen meminta pemudik disiplin dalam reservasi tiket.
Windy mengimbau masyarakat untuk sudah mengantongi tiket maksimal H-1 sebelum keberangkatan melalui aplikasi Ferizy.
“Pastikan sudah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan dan datang sesuai jadwal kedatangan yang tertera pada tiket agar proses penyeberangan dapat berlangsung lebih tertib dan lancar,” tambahnya.






