URBANCITY.CO.ID – Lantai pasar yang sempat terendam lumpur kini mulai bersolek kembali. Dua bulan setelah bencana alam mengguncang Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, urat nadi perekonomian di wilayah tersebut berangsur pulih.
Di tengah sisa-sisa rehabilitasi, pemerintah mengebut pembenahan sarana perdagangan demi memastikan dapur warga tetap mengepul menjelang Ramadan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso—yang akrab disapa Mendag Busan—mengonfirmasi bahwa sektor perdagangan rakyat menunjukkan tren kebangkitan yang signifikan. Dari total 166 pasar rakyat yang terdampak, 90 persen di antaranya telah kembali berdenyut.
“Sarana perdagangan di wilayah terdampak bencana terus menunjukkan tren pemulihan yang positif, khususnya pada pasar rakyat,” ujar Budi dalam konferensi pers di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Baca Juga: Mendag Busan Jamin Harga dan Pasokan Stabil Jelang Ramadan, Sinyal Tenang dari Lapak Cuplik
Meski wilayah Aceh masih memerlukan atensi lebih, aksi bersih-bersih pasar seperti yang dilakukan di Pasar Kuala Simpang menjadi bukti kerja keroyokan lintas lembaga. Kemendag pun tak mau ambil risiko soal stok pangan.
Bersama ID FOOD dan Bulog, pasokan barang kebutuhan pokok dipastikan masuk ke pasar-pasar terdampak guna meredam gejolak harga. Hasilnya, Indeks Perkembangan Harga (IPH) awal tahun ini mulai melandai dibanding Desember tahun lalu.
Ketangguhan ekonomi juga tecermin dari angka-angka di meja ekspor. Kendati logistik sempat lumpuh pada November 2025, performa ekspor Aceh dan Sumatra Barat melonjak tajam pada bulan berikutnya.




