“Perbedaan pola ini menegaskan, bencana alam menjadi faktor utama yang memperdalam pelemahan ekspor pada November 2025 meskipun secara keseluruhan daya pulih ekspor Sumatra Barat tetap terjaga dengan baik,” tutur Budi.
Baca Juga: Mendag Busan Dorong Industri Baja Nasional di Tengah Surplus Perdagangan
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengingatkan bahwa waktu tak banyak tersisa sebelum memasuki bulan suci. Presiden, menurut Teddy, telah mewanti-wanti agar ketersediaan pangan di daerah bencana tak terganggu.
“Bapak Presiden ingin memastikan harga-harga, kemudian ketersediaan bahan pokok, bahan pangan, dan bahan-bahan yang dibutuhkan, khususnya di daerah yang terdampak bencana itu benar-benar ada dan benar-benar terjangkau,” ujar Teddy.
Dengan Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2025 sebagai payung hukum, pemulihan ini diharapkan tuntas total sebelum akhir Februari. (*)






