Sepanjang Januari hingga Desember 2025, mereka telah mengangkut lebih dari 64 ribu penumpang dan 12 ribu unit kendaraan—bukti ketergantungan tinggi pada laut untuk perjalanan pribadi hingga distribusi sembako.
General Manager ASDP Cabang Sorong, Eko Yulianto, menambahkan bahwa ASDP juga memegang peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi logistik antarpulau.
Baca Juga: Pelabuhan Bitung, Gerbang ASDP untuk Logistik Timur Indonesia
Sepanjang tahun 2025, sekitar tiga ribu muatan barang telah diseberangkan, mencakup gula, kecap, mie instan, serta berbagai komoditas sembako lainnya, sehingga ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat kepulauan tetap terjamin.
Lebih dari itu, jalur ini membuka gerbang ke surga wisata Raja Ampat, dengan destinasi seperti Wayag, Manta Sandy, dan Kali Biru yang menawarkan snorkeling, diving, island hopping, hingga birdwatching.
Lintasan strategis seperti Sorong–Waisai, Sorong–Waigeo, dan yang terbaru Foley–Waigama sejak Oktober 2025, memperluas akses dan mendorong pariwisata.
Dengan komitmen pada layanan aman dan berkelanjutan, ASDP bukan sekadar operator feri. Ia menjadi jembatan harapan, menjaga keterhubungan 3T, membuka peluang ekonomi, dan menumbuhkan masa depan bagi Papua Barat Daya. (*)






