URBANCITY.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat merespons lonjakan volume kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pasca-berakhirnya pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas.
Kepadatan yang didominasi truk logistik tersebut ditangani melalui skema integrasi lintas sektor guna menjaga kelancaran arus menuju Pulau Bali.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyatakan perusahaan memprioritaskan penanganan kolaboratif untuk menormalisasi lintas Ketapang–Gilimanuk.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Saat ini, ASDP bersama seluruh stakeholder terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal,” ujar Windy Andale dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Arus Balik 2026: 543 Ribu Pemudik Sumatera Kembali ke Jawa, ASDP Klaim Situasi Terkendali
Pemisahan Dermaga dan Optimalisasi Kapal
Di area internal pelabuhan, ASDP menerapkan pola muatan terstruktur untuk menghindari mixing conflict antarjenis kendaraan. Dermaga 1, 2, dan 3 dikhususkan bagi kendaraan penumpang seperti roda dua, roda empat, dan bus.
Sementara itu, Dermaga 4 dan dermaga Landing Craft Machine (LCM) difokuskan penuh untuk melayani kendaraan logistik.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa kunci penguraian antrean terletak pada percepatan waktu sandar dan bongkar muat (turn around time) kapal.
“Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah. Fokus kami adalah mempercepat turn around time kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang,” jelas Arief.




