Penguatan kinerja PalmCo ini sejalan dengan agenda pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang mendorong BUMN tidak hanya besar dalam kepemilikan aset, tetapi juga mampu menghasilkan laba sesuai standar korporasi global.
Baca Juga: BNI Hadir Cepat Bersama BUMN Peduli Salurkan Bantuan Nyata bagi Warga Terdampak Bencana di Sumatra
ROA menjadi indikator utama kinerja, dan dengan 7,9 persen, PalmCo mendekati target jangka panjang 10 persen pada 2029.
“Kami memahami mandat pemerintah agar setiap aset negara memberi nilai tambah ekonomi. Posisi saat ini memberi keyakinan bahwa target ROA 10 persen bukan hal yang mustahil, bahkan berpeluang dicapai lebih cepat dari peta jalan yang ditetapkan,” kata Jatmiko.
Tak hanya ROA, indikator efisiensi modal PalmCo juga positif. Return on Invested Capital (ROIC) 2025 mencapai 17,10 persen, naik 34 persen dari 12,73 persen di 2024 dan jauh dari 8,17 persen di 2023.
Angka ini melampaui target 12,22 persen, mencerminkan efektivitas alokasi belanja modal di industri padat modal seperti perkebunan.
Baca Juga: BNI Dukung Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Aceh Melalui Aksi BUMN Peduli
Jatmiko menegaskan, investasi diarahkan ke sektor imbal hasil tinggi, seperti intensifikasi lahan dan penguatan hilir.
“ROIC yang baik menunjukkan bahwa pertumbuhan PalmCo dijalankan dengan disiplin. Ekspansi dilakukan secara terukur, dengan kualitas belanja modal yang akuntabel,” ujarnya.
Ke depan, PalmCo berkomitmen fokus pada produktivitas kebun dan hilirisasi untuk meredam volatilitas harga global.






