<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> - PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya tengah membangun pengaman pantai di Pesisir Teluk Jakarta Tahap 6 Paket 4. Tujuannya, melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan banjir rob. Proyek senilai Rp 297 miliar ini terletak di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dan Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum danPerumahan Rakyat (PUPR), Bob Arthur mengatakan, target pembangunan tanggul pantai dan muara sungai di Jakarta dapat selesai pada tahun ini. "Pembangunan infrastruktur berupa tanggul pantai dan muara sungai, sistem polder serta penataan drainase lingkungan merupakan konsep yang dilakukan untuk mengendalikan banjir di pesisir TelukJakarta," kata Bob Arthur, dikutip Urbancity, Jum'at, 17 Mei 2024. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim mengungkapkan, proyek tersebut dibangun sebagai upaya dalam melindungi wilayah sekitar dari ancaman banjir rob. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/hutama-karya-gelar-operasi-simpatik-bagikan-kopi-gratis-di-tol-trans/">Hutama Karya Gelar Operasi Simpatik, Bagikan Kopi Gratis di Tol Trans</a></strong> "Terutama di area pemukiman warga ketika air laut sedang pasang karena terjadi penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka air laut," ujar Adjib. Proyek Strategis Nasional itu dikerjakan untuk perkuatan serta peninggian tanggul laut, tanggulmuara sungai maupun penataan kawasan pesisir pantai utara Jakarta dan sekitarnya, dengan progres saat ini mencapai 53,14%. Pembangunan pengaman pantai itu digarap melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (KSO Wika-Hutama Karya) dan ditargetkan selesai padaakhir Desember 2024. Memiliki total panjang 1.485 m, proyek terbagi ke dalam zona A, B dan C.<!--nextpage--> Pengerjaan proyek dimulai sejak Desember 2022 lalu, kini jenis pekerjaan yang telah selesai antara lain lain zona A meliputi pemancangan tiang beton tipe D800. Kemudian, pekerjaan cerucuk dan matras bambu serta pemancangan tiang kotak berukuran 25 x 25 cm sebagai pondasi untuk dermaga akses nelayan. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/hutama-karya-beri-diskon-tarif-tol-trans-sumatera-20-ini-rinciannya/">Hutama Karya Beri Diskon Tarif Tol Trans Sumatera 20%, Ini Rinciannya</a></strong> Sementara pekerjaan yang tersisa saat ini adalah pekerjaan timbunan sirtu pada zona A, pemancangan CCSP atau tanggul turap beton pipih tipe W400 pada zona B serta pekerjaan timbunan sirtu dan pemancangan CCSP tipe W450 pada zona C. Dalam pembangunan tanggul ini, terdapat desain berupa cerucuk dan matras bambu yang berfungsi untuk menahan struktur timbunan sirtu dan batu boulder. Selain itu, digunakan teknologi inner bore yang dimana proses pemasangan tiang pancang lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi udara, polusi suara serta minim getaran. Adjib menegaskan, pihak Hutama Karya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini, baik dari segi kualitas dan waktu. Tujuannya, agar dimanfaatkan untuk menahan air laut akibat gelombang pasang air laut. Lalu, mengurangi kerugian ekonomi dan sosial akibat banjir rob serta sebagaibatasan terhadap pengembangan daratan di kawasan pesisir atau penataan kawasan. “Diharapkan proyek ini nantinya dapat meningkatkan ketahanan pantai terhadap erosi danmemperkuat infrastruktur pesisir bagi wilayah sekitar Teluk Jakarta,” tutup Adjib. <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?ceid=ID:id&oc=3">GOOGLE NEWS</a></strong><!--nextpage-->