Dalam dinamika pasar modal, tidak semua lonjakan harga saham dipandang sebagai fenomena jangka pendek. Sebagian justru menandai transisi yang lebih mendasar. Kondisi inilah yang mulai melekat pada saham DADA, yang sebelumnya relatif kurang diperhatikan, namun kini mulai memasuki fase awakening.
Di kalangan analis, fase ini sering dimaknai sebagai peralihan dari saham tidur menuju saham cerita—yakni emiten yang mulai memiliki narasi pertumbuhan yang diperhitungkan pasar. Lonjakan sekitar 35 persen dalam waktu singkat dinilai bukan sebagai titik akhir, melainkan pembuka dari potensi fase baru.

Baca juga: DADA Tbk Konsisten Perkuat Reputasi dan Kualitas, Pasca Raih Penghargaan IMHA
“Bagi investor jangka menengah hingga panjang, pergerakan semacam ini kerap dibaca sebagai sinyal awal proses re-rating valuasi, di mana pasar mulai menyesuaikan harga saham dengan prospek dan fundamental yang sebelumnya belum sepenuhnya tercermin,” papar Bayu.
Lonjakan tajam tersebut juga sering diinterpretasikan sebagai indikasi masuknya smart money, sekaligus respons pasar atas perbaikan kinerja yang muncul lebih dulu sebelum sepenuhnya tercermin dalam harga saham.
Bayu menegaskan bahwa pergerakan DADA kali ini berbeda dengan saham-saham yang naik akibat rumor atau sentimen sesaat. “Data kinerja riil perseroan menjadi faktor pembeda utama yang mendorong perubahan persepsi pasar,” katanya. Kondisi ini mendorong sebagian pelaku pasar mulai menggeser strategi, dari sekadar trading jangka pendek menuju pendekatan hold berbasis fundamental.






