Sinyal Perubahan Arah
Lonjakan sekitar 35 persen dari level Rp50 dalam hitungan menit dinilai bukan peristiwa lazim tanpa sebab. Pasar seolah mengirimkan pesan bahwa tengah terjadi perubahan signifikan di tubuh DADA. Apalagi, lonjakan tersebut ditopang data pertumbuhan laba ratusan persen dari kuartal II ke kuartal III.
Dengan perkembangan ini, DADA mulai dipersepsikan bukan lagi sekadar saham berharga rendah, melainkan emiten dengan potensi pertumbuhan baru. Fokus investor pun bergeser.
“Pertanyaan yang muncul kini bukan lagi ‘mengapa saham ini naik?’, melainkan ‘sejauh mana proses revaluasi ini akan berlanjut’,” ujar Bayu.
Baca juga: Trump Klaim AS Dapat 30-50 Juta Barel Minyak Venezuela dengan Harga Pasar
Di tengah mulai pulihnya sektor properti dan meningkatnya selektivitas investor, saham DADA berpotensi menjadi contoh transformasi emiten kecil yang berhasil menarik kembali perhatian pasar melalui perbaikan kinerja dan prospek yang lebih menjanjikan.
Meski demikian, Bayu mengingatkan investor tetap mencermati faktor risiko, mulai dari kondisi makroekonomi global, daya beli masyarakat, hingga realisasi kinerja keuangan perseroan pada kuartal mendatang. Volatilitas masih berpotensi terjadi, sehingga pendekatan selektif dan berbasis fundamental tetap menjadi kunci.
“Ke depan, saham DADA berpeluang melanjutkan penguatan apabila perseroan mampu menjaga kinerja penjualan, merealisasikan proyek sesuai rencana, serta menghadirkan katalis korporasi yang memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Di tengah bangkitnya sektor properti, DADA berpotensi ikut menikmati momentum pemulihan tersebut,” pungkas Bayu optimistis.






