URBANCITY.CO.ID – Badan Bank Tanah telah menyiapkan sekitar 73 hektare lahan dari total 33.116 hektare aset yang tersebar di berbagai daerah untuk mendukung pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ini merupakan langkah penting dalam mempercepat realisasi program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah.
“Total areanya kurang lebih 73 hektare. Di Tanjung Pinang ada 3,3 hektare, kemudian di Purwakarta seluas 19 hektare,” ungkap Kepala Badan Bank Tanah, Parman Nataatmadja, dalam pemaparannya di Jakarta, Jumat (21/3).
Meskipun sebagian lahan berada di kawasan industri, sekitar 20 persen dari total area tersebut dapat dialokasikan untuk pembangunan perumahan MBR. Selain itu, Kabupaten Batu Bara juga akan menyumbang 27,7 hektare lahan dari total area 200 hektare yang tersedia. Di Bandung Barat, lahan seluas 23 hektare yang sebelumnya merupakan kawasan kebun karet kini telah berstatus sebagai kawasan pemukiman setelah mengalami perubahan tata ruang.
Baca Juga : Siapkan Lokasi Pembangunan Rumah Rakyat, Menteri Marurar Sambangi Menteri Nusron Wahid Untuk Data Bank Tanah
Parman menambahkan, ketersediaan lahan ini diharapkan dapat mendukung program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam pembangunan 3 juta unit rumah bagi masyarakat. “Program 3 juta rumah ini wajib kita capai bersama-sama,” tegasnya.
Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran telah menetapkan 77 Program Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Salah satu program prioritas tersebut adalah penyediaan 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Badan Bank Tanah pun mendapat mandat untuk memastikan ketersediaan lahan yang memadai guna mendukung pemerataan ekonomi dan memperkuat pelaksanaan program strategis nasional tersebut.